KAUM TUBBA’

Alloh berfirman di dalam surat Ad-Dukhon ayat 37:

أَهُمْ خَيْرٌ أَمْ قَوْمُ تُبَّعٍ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ أَهْلَكْنَاهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

Artinya: “Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubba’ dan orang orang yang sebelum mereka. Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa.”

Kalimat Tubba’ berasal dari kata tabi’a-yatba’u-taba’an yang berarti mengikuti jejaknya. Tubba’ juga berarti bayangan yang mengikuti arah matahari.

Tubba’ merupakan sebutan atau gelar bagi raja-raja Yaman, bentuk jama’nya adalah tababi’ah, dinamakan demikian karena satu sama lain saling mengikuti. Setiap ada raja yang meninggal maka yang lainnya menggantikannya mengikuti yang pendahulunya. Dalam tafsir, tubba’ adalah sebutan bagi raja, dia adalah seorang yang beriman sedangkan kaumnya kafir. Dalam kamus lisan Al-Arob disebutkan bahwa Raja Tubba’ berkata: “Ini adalah makam Radwa’ dan Hubba’, dua anak Tubba’, janganlah kalian mempersekutukan Alloh dengan yang lain.” Ini sebagai bukti bahwa Raja Tubba’ adalah Muslim. Dikuatkan dalam sebuah hadits, “Janganlah mencerca Tubba’, karena dia adalah yang pertama memberikan kain di Ka’bah.” Raja Tubba’ ini bernama Sa’ad Abu Karib, disebut Tubba’ setelah dia menggenggam Hadramaut, Saba’ dan Himyar.

عن سهل بن سعد قال: سمعت رسول الله يقول: لا تسبّوا تبّعا فإنّه قد كان أسلم (رواه أحمد)

Sahl bin Sa’d berkata: Aku mendengar Rosululloh saw bersabda: “Janganlah kalian mencela Tubba’ karena dia sudah masuk islam.”

Tubba’ adalah sebutan bagi raja-raja Himyar di Yaman. Kaumnya disebut kaum tubba’. Mereka berbuat dosa yang melampaui batas sehingga negeri mereka dihancurkan Alloh. Namun sebagian kaumnya masih hidup mengembara di negeri-negeri sekitarnya. Pada mulanya mereka adalah kaum yang mempunyai kemampuan dan ilmu yang cukup tinggi serta mempunyai bala tentara yang cukup kuat. Kalau dibandingkan dengan kafir Quraisy, para kafir Quraisy jauh ketinggalan dari orang-orang Tubba’.

Kaum Tubba’, dalam Alquran disebutkan sebanyak dua kali, pertama dalam surah Ad-Dukhan [44] ayat 37 dan surah Qaaf [50] ayat 14.”Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubba’ dan orang-orang yang sebelum mereka. Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa.” (QS Ad-Dukhan [44] : 37).”Dan, penduduk Aikah serta kaum Tubba’ semuanya telah mendustakan rasul-rasul, maka sudah semestinya mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan.” (QS Qaaf [50] : 14).Berdasarkan keterangan ayat ini, kaum Tubba’ adalah orang-orang yang menyekutukan Allah (musyrik) dengan yang lain. Selain itu, mereka juga termasuk orang-orang yang mendustakan rasul-rasul Allah yang telah diutus kepada mereka agar beriman kepada Allah SWT. Namun, seperti umat lainnya, kaum Tubba’ ternyata juga mengingkari dan menyekutukan Allah dengan yang lain.Menurut penjelasan sejumlah ahli tafsir, kaum Tubba’ ini adalah orang-orang Himyar yang tinggal di daerah Yaman. Dan, Tubba’ sendiri merupakan gelar raja-raja mereka.Dr Wahbah Az-Zuhaili dalam At-tafsir al-Muniir fi al-Aqidah wa as-Syriah wa al-Manhaj, ketika menafsirkan surat Ad-Dukhan ayat 37 ini mengatakan, ”Maksudnya, apakah mereka orang-orang kafir Quraisy karena mereka itu adalah bangsa Arab dari Adnan, lebih kuat dan lebih tangguh daripada kaum Tubba’ dari Kabilah Himyar. Mereka itu adalah bangsa Arab dari Qahthan yang paling kuat pasukannya, paling banyak jumlahnya, serta memiliki negara, peradaban yang mengakar, dan kejayaan.Demikian juga, bangsa-bangsa sebelum mereka, seperti bangsa ‘Ad dan Tsamud. Kami (Allah) telah membinasakan mereka semuanya karena kekafiran dan kejahatan. Jadi, membinasakan kaum yang lebih rendah dari mereka karena kejahatannya, kelemahannya, dan ketidakmampuannya tentu jauh lebih mudah. Mereka (orang-orang kafir Quraisy itu) tidak lebih baik dibanding kaum Tubba dalam jumlah, kekuatan, dan ketangguhan.Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, kaum Tubba’ ini memiliki peradaban yang sangat maju. Di antara peradaban mereka yang masih bisa disaksikan hingga saat ini adalah berupa tangki-tangki tempat penyimpanan air, termasuk bendungan irigasi untuk pengairan.Kaum Tubba’ ini diperkirakan hidup sekitar seribu tahun sebelum kelahiran Rasulullah SAW, beberapa abad sebelum kelahiran Isa AS bin Maryam.Sementara itu, menurut Syauqi Abu Khalil dalam bukunya Atlas Alquran menjelaskan, Tubba’ adalah gelar yang diberikan kepada salah satu raja-raja di negeri al-Himyar di Yaman. Dari sana, mereka dikenal dengan sebutan kaum Tubba’. Orang Tubba’ yang paling terkemuka adalah Hassan bin As’ad bin Abi Karb, yang disebut-sebut sebagai orang yang hidup pada abad ke-10 sebelum masehi (SM).Ditambahkan Syauqi, Hassan ini Dia telah mengembangkan wilayah kekuasaannya ke berbagai arah. Dia berhasil memperluas kekuasaan sampai di Syam (Syria) dan Urkistan. Selain itu, dia juga berhasil memasuki Samarkand.Dalam perkembangannya, Tubba’ kemudian menjadikan Kota Ma’rib yang terkenal dengan bendungannya dan Kota Zufar …

Tentang muhammad5

aku adalah seorang hamba yang ingin selalu mendapat ridho illahi robby...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s